Tantangan kita adalah membuka seluas mungkin ruang sosial untuk mengartikulasikan dakwah ang lebih masif dan lintas batas. Dengan cara ini perlahan-lahan kita menghapuskan stereotype eksklusif. Jika kita masih eksklusif, hal tersebut perpengaruh terhadap pesan-pesan dakwah yang ingin kita sampaikan. Eksklusifitas dakwah hanya menghasilkan kebanggaan dan perubahan di dalam diri kita sendiri.

Padahal perubahan yang lebih baik harus kita arahkan kepada kehidupan berbangsa dan bernegara.  Ini adalah Tugas berat yang harus dilakukan oleh seluruh kader. Khususnya semua pengurus mulai dari jenjang DPP hingga ranting. Harus ada konsolidasi intensif untuk melebarkan sayap dakwah menjadi lebih luas ruang geraknya.

Oleh karena itu, kader harus memliki kemampuan menyelesaikan masalah. Tahu mana yang prioritas dan harus diselesaikan terlebih dahulu. Seorang kader dituntut memiliki hati luas, cara pandang yang bijak dan solutif. Prototype pemimpin seperti ini pula yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bukan pemimpin yang melahirkan masalah.

Seorang kader harus sering berhadapan dan bersinggungan dengan berbagai komunitas kemanusiaan. Sebab tujuan jangka panjang kita bukan hanya membangun jamaah, bukan pula masyarakat atau hanya daulah. Tetapi kita ingin membangun peradaban.