NETTY-HERYAWAN

NETTY-HERYAWAN

“Ilmu dan Ahlak yang Berkualitas Modal Utama Untuk Sukses Dalam Membina Umat yang Cerdas dan Bertaqwa”

Ilmu dan ahlak yang berkualitas adalah modal utama untuk sukses dalam membina umat yang cerdas dan bertaqwa. Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Hj. Netty Prasetyani Heryawan dalam Pembekalan Majelis Taklim BKMT Kota Bekasi (5/5).

Netty mengingatkan, kadang kita sering terlena dengan apa yang telah secara rutin dilakukan. Seringkali kita lupa bahwa di luar dunia kita, begitu banyak fenomena yang terjadi. Kita hanya setitik di hamparan luas yang Allah ciptakan, terutama ilmu kita. Untuk itu kita tidak layak untuk sombong dan merasa puas/cukup dengan ilmu kita. Islam sendiri adalah agama dakwah. Apapun yang kita lakukan hendaknya bernilai dakwah.

Dalam acara yang dihadiri sedikitnya 600 orang dari berbagai majelis taklim di Kota Bekasi dan sekitarnya, Netty menguraikan bahwa dakwah adalah cara-cara mengajak – dengan cara yang fomal maupun informal dalam keseharian kita. Dengan Dakwah inilah kita membangun kaum muslim yang kuat.

Materi dalam dakwah, dewasa ini tidaklah hanya membahas seputar fiqih, dsb tetapi juga harus berdimensi GLOBAL. Dakwah pun tak terikat ruang dan waktu, apapun yang kita lakukan dan dimanapun kita berada, serutin apapun haruslah bernilai dakwah. Inilah yang diistilahkan bahwa seorang da’i adalah human transformer, pengubah manusia.

Tantangan akan selalu kita hadapi ketika berdakwah, rasanya mencari ruang untuk berdakwah sedemikian sulit. Dakwah pada hakikatnya bukanlah hanya amar ma’ruf nahi munkar, tetapi lebih jauh harus pula memperhatikan konteks, sosio kultural, dan audiens yang dihadapi. Umat muslim Indonesia adalah komunitas muslim terbanyak di Indonesia, untuk itulah perlu kita tingkatkan kualitasnya, selain kuantitas, agar bisa diperhitungkan di dunia. Selain kualitas pribadi, kita dihadapkan dengan perilaku materialistik.

Untuk itu perlu dibangun kesadaran untuk selalu membangun diri dan memberikan manfaat pada lingkungan. Karena sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat.