Mobil murah ramah lingkungan, dibutuhkan regulasi yang tepat

Mobil murah ramah lingkungan, dibutuhkan regulasi yang tepat

Kebijakan Mobil Murah Ramah Lingkungan (LCGC) merupakan solusi transportasi bagi masyarakat menengah ke bawah yang belum mampu memiliki kendaraan untuk keluarga. Beberapa alasan kebijakan ini dipandang baik karena :
1. Hemat bahan bakar dan tidak menggunakan bahan bakar bersubidi (premium). Subsidi bisa dialihkan pada infrastruktur dan kebutuhan dalam negeri yang lain, misalnya pendidikan dan kesehatan.

2. Menggunakan 80% komponen lokal dan sisanya (20%) komponen asing. Jadi dapat dikatakan mobil ini made in Indonesia. Walau pabrikannya masih pabrikan luar negeri, ini membantu produsen komponen dalam negeri agar berkembang dengan harapan dapat memproduksi mobil sendiri 100 % ke depannya.

3. Masih banyaknya kebutuhan transportasi murah dan ramah lingkungan bagi masyarakat menengah ke bawah. Ribuan pulau dari Aceh sampai Papua terbentang luas. Tentunya ini sangat membantu transportasi dan percepatan roda ekonomi masyarakat. Apalagi sudah 68 tahun kita merdeka selayaknya masyarakat berhak menikmati transportasi yang nyaman dan aman.

Tentu kebijakan ini memerlukan Regulasi yang TEPAT agar tidak menimbulkan lebih banyak kemacetan. Misalnya menerapkan pembatasan penjualan mobil LCGC di Jakarta atau kota-kota besar lain. Menaikkan biaya parkir. Menerapkan sistem Electronic Road Pricing (ERP). Menghapus subsidi BBM untuk mobil pribadi dsb.

Apapun kebijakan dan regulasinya, transportasi massal dan infrastruktur yang memadai masih dibutuhkan oleh banyak masyarakat, entah di kota atau di desa. Terutama di daerah pedalaman dan perbatasan negara yang sangat sulit jangkauannya, transportasi umum dan terjangkau oleh semua kalangan masih sangat dibutuhkan. Wallahu a’lam.