Nurhasan Zaidi

Jakarta (28/1) – Anggota Komisi X DPR RI Nurhasan Zaidi menegaskan, Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2015-2019 belum menyentuh inti permasalahan pendidikan di Indonesia. Terutama masalah kualitas guru.

Menurut Politisi PKS ini, masalah pendidikan di Indonesia selalu bermuara pada guru. Ia menilai, Kurikulum 2013 yang mulai diterapkan pertengahan 2013 lalu mengalami kegagalan, karena ada faktor kekurangsiapan guru. Sehingga memaksa Mahkamah Agung memutuskan agar Kurikulum 2013 tidak dilaksanakan, kecuali jika guru betul-betul sudah siap.

“Bagaimana mungkin kita membuat dan menetapkan satu program strategis semacam Kurikulum 2013, sedangkan kita tidak tahu kondisi mutu guru yang akan melaksanakan kurikulum tersebut. Renstra yang dipaparkan Menteri Anies sama sekali tidak menyentuh inti problema pendidikan kita, yaitu masalah kualitas guru,” kata Nurhasan, saat rapat kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Anies Baswedan, di Gedung Nusantara I, Selasa (27/01/2015) malam.” tegasnya.

Bahkan, ketika ditanyakan bagaimana cara Kemendikbud mengukur mutu kualitas guru, Nurhasan tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Ini bertolak belakang dengan cara Kemendikbud mengukur kualitas murid yang begitu jelas dan dilaksanakan menggebu-gebu, yaitu melalui Ujian Nasional (UN). Apalagi tujuan UN juga semakin jelas, yaitu untuk pemetaan capaian mutu siswa, bukan lagi sebagai penentu kelulusan mereka.

Politisi asal Dapil Jawa Barat IX yang sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan PUI ini menyayangkan sikap Kemendikbud yang hanya menggebu-gebu melaksanakan UN untuk mengetahui capaian siswa saja, namun tak memiliki instrumen penilaian untuk guru guna mengetahui dan mengukur capaian mutu guru. Padahal, apa yang akan dicapai oleh siswa di sekolah tergantung dari mutu guru.

“Maka boleh saya tegaskan, UN ini tidak adil. Jika ada UN untuk siswa, mengapa tidak pula diadakan semacam UN untuk mengetahui dan memetakan kondisi mutu guru kita? Pemetaan mutu guru secara nasional mutlak perlu segera dilakukan, dengan cara yang tak kalah meyakinkan ketimbang UN. Maka saya usulkan Ujian Nasional untuk Guru juga harus diadakan,” tegasnya.

 

Link terkait:

– MetroTvNews.com

– Viva.co.id

– Okezone.com

– Dpr.go.id