raker mendikbud 1

Implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi sorotan Komisi X DPR saat rapat kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. Pasalnya, Komisi X masih menemukan berbagai permasalahan dalam pelaksanaannya di lapangan.

Anggota Komisi X Nurhasan Zaidi melihat, masih ada permasalahan dalam penyaluran dana PIP. Bahkan kerjasama dengan bank untuk menyalurkan dana PIP, melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), masih terdapat kesalahpahaman dalam mekanisme penyaluran pencairan dananya.

“Misalnya, Bank BRI memperlakukan siswa seperti nasabah biasa, sehingga jika ada data yang kurang seperti KTP, maka dana itu tidak bisa cair. Bank BRI juga tidak tahu jika KIP juga ada untuk anak – anak yang putus sekolah,” tegas Nurhasan, di Gedung Nusantara I, Rabu (2/09/15).

IMG_20150902_181233

Jika dana PIP selalu sulit untuk dicairkan, politikus F-PKS itu khawatir, dana PIP akan banyak sekali yang tidak terserap kepada para pelajar, jika tetap mengandalkan model pembayaran seperti sekarang.

“Dari tahun ke tahun yang diungkapkan hanya persoalannya bukan solusinya. Kita minta kepada Pak Menteri untuk menjelaskan solusinya agar persoalannya selesai,” tegas politikus asal daerah pemilihan Jabar IX (Sumedang, Majalengka, Subang) itu.

Sebelumnya Mendikbud menjelaskan, realisasi penyaluran Kartu Indonesia Pintar per 30 agustus 2015 sudah mencapai 9,5 juta dari total 17 juta penerima.

“Kita bisa menjangkau target hingga akhir November 2015,“ janji Mendikbud.