pak dede duduk

Ekonomi Indonesia saat ini dalam situasi yang menguatirkan. Selain nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah, menurunnya perekomonian dunia menyebabkan kondisi ekonomi Indonesia melemah. Ini mendorong terjadinya PHK dimana-mana dan penurunan daya beli masyarakat. “Kondisi ini sangat menguatirkan, kita berharap Ekonomi Kreatif dapat mendongkrak kondisi ekonomi Indonesia saat ini,” ujar Nurhasan Zaidi, anggota Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, pada acara Rapat Dengar Pendapat Badan Ekonomi Kreatif dengan Komisi X DPR, Rabu (30/09/15).

Selama ini, Ekonomi Kreatif memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan semakin meningkat tiap tahunnya pada angka 7,1%. Tahun 2014 lalu EKRAF memberikan kontribusi 716 milyar dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 641 milyar dari sektor Kuliner, Fashion, Kerajinan, Penerbitan dan sektor lainnya.

Hadir pada acara ini Kepala BEKRAF Triawan Munaf beserta jajaran staf. Ia menyampaikan bahwa BEKRAF pada strategi dan postur anggaran 2016 akan lebih mengembangkan riset dan edukasi dalam ekonomi kreatif, memfasilitasi akses permodalan, membangun infrastruktur dan menumbuhkan titik pemasaran produk-produk. “Kami juga berencana membangun sistem untuk memproteksi para pemegang Hak Kekayaan Intelektual dan meningkatkan manfaat ekonominya, sehingga pembajakan dapat dikurangi.” Tutupnya.

“Kita harapkan ke depan Ekonomi Kreatif fokus dalam menggarap sektor-sektor yang strategis dan berpengaruh meningkatkan daya beli masyarakat,” tambah Nurhasan, anggota DPR daerah pemilihan Jawa Barat IX (Subang, Majalengka, Sumedang) ini. “Memang Badan Ekonomi Kreatif ini baru berpisah dengan induknya yang lama yaitu Kementerian Pariwisata tapi kita harapkan bisa langsung berlari cepat,” lanjutnya penuh harap.