bersama duta wisata

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan potensi pariwisatanya. Hampir di seluruh belahan wilayah Indonesia memiliki beragam keunikan yang menjadikan Indonesia sangat layak menjadi destinasi utama wisata di dunia, mulai dari Wisata Alam, Wisata Bahari, Wisata Budaya, Wisata Buatan hingga yang terakhir sedang marak berkembang yakni Wisata Religi dan Wisata Edukasi. Namun hal yang sangat disayangkan adalah potensi tersebut belum dioptimalkan pengembangannya.

“Kami di Komisi X pada prinsipnya memberikan apresiasi pada pencapaian dan rencana program Kementrian Pariwisata, walaupun masih banyak hal mendesak yang harus segera dilakukan untuk menyambut tantangan sekaligus peluang dalam optimalisasi potensi wisata di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Anggota DPR RI H. Nurhasan Zaidi, usai Rapat Kerja dengan Menteri Pariwisata di Gedung Nusantara I, Rabu (16/9/2015).

Anggota Komisi X dari F-PKS ini memandang bahwa SDM Pariwisata Indonesia menjadi hal yang strategis untuk segera diperkuat baik dari segi jumlah maupun kompetensinya, terkait hal ini perlu ada terobosan-terobosan pemerintah dalam menjaring dan meningkatkan potensi SDM Pariwisata, misalnya dengan sertifikasi SDM pariwisata atau dengan menggandeng organisasi-organisasi pegiat pariwisata seperti ADWINDO (Asosiasi Duta Wisata Indonesia) yang saat ini sedang menggalakkan program “Everyone is Tourism Ambassador” dan masih banyak lagi organisasi sejenisnya. “Uniknya dengan jargon tersebut dapat menggerakkan masyarakat secara masif untuk mempromosikan potensi wisata di sekitarnya, karena pada akhirnya kita semua rakyat Indonesia bisa menjadi duta wisata dan pastinya sangat membantu pemerintah dalam pelaksanaan tugas dan program-programnya.” tambahnya.

Selain itu hubungan pemerintah dengan pihak swasta serta lembaga swadaya masyarakat maupun komunitas-komunitas pelaku wisata dalam mengembangkan jaringan pengelolaaan dan pemanfaatan serta promosi potensi wisata di Indonesia harus terus dibina dan dikembangkan, dengan issue sentral Wonderful Indonesia harusnya dapat menyatukan visi, misi dan strategi seluruh stakeholder yang ada. Belum lagi bila sekolah-sekolah dirangkul untuk membantu memberikan proporsi dan kontribusi dalam sosialisasi maupun promosi ini minimal di wilayahnya masing-masing yang terintegrasi dalam kurikulum muatan lokal maupun program kegiatan-kegiatan yang khusus diselenggarakan demi terwujudnya target Kementrian tersebut.

Satu hal lagi, lanjut Anggota DPR asal dapil Jawa Barat IX ini, “Pemerintah diharapkan jangan hanya memprioritaskan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) saja dalam alokasi rencana kerja dan anggarannya di tahun 2016 nanti, namun juga harus fokus pada majunya Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) di seluruh daerah yang sangat potensial menjadi destinasi wisata utama di Indonesia.” Sebagai contoh di wilayah yang merupakan daerah pemilihannya (dapil) Subang misalnya, banyak sekali potensi wisata yang eksotis dan estetis disana ; Wisata air panas di daerah Ciater, Tangkuban Perahu yang penuh pesona hamparan kebun teh yang luas membentang, potensi wisata agro dan budaya serta potensi lainnya yang bila digarap secara profesional dan dikembangkan secara proporsional serta ditingkatkan aksesibilitas dan kelayakan sarana prasarananya akan sangat membantu terwujudnya misi pemerintah: “Mengembangkan destinasi pariwisata yang berdaya saing, berwawasan lingkungan dan budaya dalam meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan mewujudkan masyarakat yang mandiri.” Belum lagi daerah-daerah yang memiliki potensi wisata namun belum tersentuh atau diketahui secara luas masyarakat. “Akhirnya semoga di tahun 2016 Indonesia dapat menjadi primadona wisata dunia yang membanggakan,” tutupnya.