Konstelasi politik jelang pemilihan Gubernur Jawa Barat yang bakal digelar pada 24 Februari 2013 mendatang semakin dinamis. Setelah diusung oleh PKS, PPP,PBB dan Hanura sejak awal deklarasi, pasangan Gubernur incumbent Ahmad Heryawan dan artis senior Deddy Mizwar kembali mendapat dukungan baru.

Tak tanggung-tanggung, dukungan datang dari Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi. Walaupun partainya menjagokan calon lain, Ucok Harris menyatakan tidak sejalan atas keputusan pengusungan tersebut.

“Kami siap diberi sanksi dan dikeluarkan dari partai,” kata Ucok saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/12). Namun, sebelum sanksi dijatuhkan, Ucok mengaku akan menarik dukungan dan pindah ke PKS. “Ini bukan cuma saya saja, tapi DPC Demokrat di Jabar secara besar-besaran,” lanjut Ucok.

Selang beberapa hari setelah pernyataan dukungan dari fungsionaris DPC Demokrat tersebut, dukungan baru kembali mengalir ke pasangan Aher-Deddy. Kali ini giliran Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Barat yang menyatakan dukungan. Dukungan itu disampaikan langsung oleh pengurus DPW Partai NasDem Jawa Barat dan para Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota Partai NasDem di kantor DPW Partai NasDem. Menurut Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Rustam Efendi, dukungan terhadap Aher merupakan buah komunikasi positif antarkedua pihak.

Rustam mengatakan, pasangan Aher-Deddy Mizwar dinilai paling layak didukung konstituen Partai NasDem. Rustam mengklaim partainya memiliki simpatisan 2,3 juta anggota di Jawa Barat yang dyakini mampu mendongkrak perolehan suara Aher-Deddy Mizwar. DPW NasDem Jawa Barat kini akan segera menyosialisasikan keputusan partai untuk mendukung Aher-Deddy Mizwar kepada konstituen partai.

Secara terpisah, Aher menyambut gembira dan mengapresiasi dukungan itu. Ia mengaku mendapat kekuatan baru menjelang Pilkada Jawa Barat. “Saya mendengar dengan telinga sendiri bahwa Partai NasDem memberikan dukungan penuh. Ini kehormatan bagi kami. Mudah-mudahan saya dan pak Deddy Mizwar bisa amanah,” kata dia.

Menurut salah satu orang dekat Aher, Nurhasan Zaidi, kombinasi antara Aher dan Deddy memang sangat tepat mengingat keduanya menggambarkan kondisi geopolitik Jawa Barat. Aher seorang politisi, cendikiawan dan ulama merepresentasikan masyarakat Jawa Barat yang religius. Sementara Deddy Mizwar, aktor kawakan Indonesia, diyakini mampu mengungkit popularitas duo pasangan idela ini. Bagi Ketua Umum Persatuan Umat Islam (PUI) dan politisi PKS ini, kapasitas Aher dan Deddy dalam membangun Jawa Barat kedepan tidak diragukan lagi. Hal itu bisa ditelusuri dari track record Aher selama memimpin Jawa Barat lima tahun terakhir. (jd/vivanews/merdeka)