H. Nurhasan Zaidi Berkunjung ke SMPN 2 Mamuju Sulsel

H. Nurhasan Zaidi Berkunjung ke SMPN 2 Mamuju Sulsel

Senayan – Anggota Komisi X Nurhasan Zaidi bersyukur Indonesia memiliki program Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun. Tercatat, kini Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa di jenjang pendidikan setingkat SMP, MTs, PAKET B, SMPLB, telah mencapai 91,55 persen. “Berarti, hanya 8 persen anak usia ini belum bersekolah,” ujar Nurhasan.

Setelah dirintis sejak 1950, Wajar 9 tahun baru dijadikan sebagai program nasional 30 tahun kemudian,  tepat pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 1984. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih terbatas untuk SD. Ini bisa dimaklumi karena pada tahun 1983 dua juta anak usia SD masih belum bisa mengenyam pendidikan di SD.

Setelah itu, pelaksanaan Wajar 9 Tahun terus diperluas hingga kemudian lahir Peraturan Pemerintah No 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar. Di situ ditegaskan, seluruh penduduk berumur 12 tahun harus mengenyam pendidikan di SMP. “Hasilnya, APK pendidikan anak usia 12 tahun membaik,” kata anggota dewan dari Fraksi PKS ini.

Meski demikian, anggota DPR Dapil Jawa Barat IX ini berharap pemerintah tidak cepat puas dengan pencapaian ini. Baginya, masih banyak alasan untuk mendesak pemerintah baik di pusat maupun di daerah untuk memperluas kebijakan Wajar secara nasional dari 9 tahun menjadi 12 tahun.

Reporter: Putri Mira Gayatri | Penulis: Putri Mira Gayatri | Editor: Dzikry Subhanie