H. Nurhasan Zaidi

H. Nurhasan Zaidi

Hari Pendidikan Nasional 2011 mengambil tajuk pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa. Dalam pidato sambutannya, Mendiknas mengungkapkan bahwa pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya menjadi penting dan mutlak. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya karakter berbasis kemuliaan diri semata, akan tetapi secara bersamaan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya kesantunan, tetapi secara bersamaan kita bangun karakter yang mampu menumbuhkan kepenasaranan intelektual sebagai modal untuk membangun kreativitas dan daya inovasi.

Apakah pentingnya pendidikan karakter tercermin dalam anggaran Dalam APBN 2011, mata anggaran pendidikan karakter berada di bawah Sekretariat Direktorat Pendidikan Dasar sebagai bagian dari dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya. Kegiatannya meliputi pembinaan agama dan akhlaq mulia (18 kegiatan) memakan anggaran 14.5 milyar, pembinaan kewarganegaraan dan kepribadian (16 kegiatan) sebesar 12.2 milyar anggaran, pembinaan pendidikan estetika (8 kegiatan) sebesar 8 milyar, dan peningkatan kualitas jasmani peserta didik (15 kegiatan) menghabiskan 14.5 milyar. Jadi, alokasi untuk pembinaan pendidikan karakter di Kemendiknas sebesar 49,2 milyar.

Terkait dengan anggaran tersebut, Nurhasan Zaidi, anggota Komisi X FPKS mengungkapkan bahwa alokasi ini terkesan menjadi program titipan, karena lokasinya ada di bawah sekretariat atau bagian dari biaya manajemen bukan masuk dalam pengembangan kurikulum sekolah atau dalam program pendidikan non formal. Dari jumlah kegiatan juga tidak relevan (terlalu sedikit) dijalankan oleh pemerintah pusat yang mengelola 33 propinsi dan 497 kota/kabupaten. Indikator kinerja kegiatan tersebut juga tidak jelas outputnya, demikian kritik Nurhasan terhadap Kemendiknas.

Dari profil anggaran tersebut terlihat bahwa tafsir pendidikan karakter oleh Kemendiknas masih meraba-raba, baru sekedar jargon. Faktanya, UN yang mendidik siswa dan guru berbuat curang tetap dipertahankan meskipun protes dari masyarakat mengalir kencang.[]